Minggu, 21 Maret 2010

TIKUS MUSUH TANI

5. Penggunaan Musuh Alami

Dalam jaring-jaring makanan, tikus merupakan pemakan omnivora yang juga bisa dimakan oleh musuh alaminya. Musuh alami (predator) pada prinsipnya hewan lain yang memangsa organisme lain untuk mempertahankan hidupnya dan dilakukan secara berulang-ulang. Sampai saat ini penggunaan predator tikus masih belum umum dilakukan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani sendiri terhadap hama tikus. Penanggulangan tikus dengan melepas dan menjaga kelangsungan hidup musuh alaminya akan membantu mengurangi populasi tikus yang ada. Adapun Predator yang paling ditakuti tikus antara lain : kucing, anjing terlatih , burung hantu, ular sawah, dan burung elang.

Beberapa predator tikus searah jarum jam Ular, Elang, Anjing terlatih, Burung Hantu dan Kucing

Pencegahan

Selain dilakukan pengendalian, pencegahan masuknya hama tikus ke areal sawah juga sangat penting dalam melindungi tanaman padi. Pencegahan masuknya tikus dapat dilakukan antara lain dengan penggunaan pagar listrik, penggunaan plastik dan sanitasi.

1. Pagar listrik

Tikus dapat dicegah masuk ke suatu lokasi tanaman dengan cara membuat pelindung dari kawat yang dialiri listrik. Dalam pemasangannnya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan manusia. Sehingga dalam hal ini penggunaan arus listrik antara 12 – 24 Volt merupakan alternatif yang baik. Sumber listrik bisa diambil dari accu atau listrik yang diturunkan menggunakan adaptor. Selain aman juga hanya bersifat mengejutkan saja yang pada akhirnya akan membuat tikus jera memasuki areal persawahan.

2. Pemagaran Plastik

Di areal persawahan Jawa Timur dan areal sawah lainnya, banyak dijumpai sawah-sawah yang dipagari dengan plastik. Hal ini bertujuan agar tikus tidak bisa menembus areal persawahan mereka. Namun demikian, penggunaan plastik ini selain mahal juga belum tentu efektif karena bisa saja tikus membuat jalan lubang yang melewati pagar plastik dari bawah. Sehingga perlu diperhatikan pemasangannya agar tikus tidak bisa membuat jalan pintas yang bisa dilalui dibawah plastik.

3. Sanitasi

Tikus adalah binatang yang menyukai tempat kotor dan banyak semak, sehingga wajar bila disekitar sawah yang tidak bersih sering terjadi serangan tikus. Untuk itu, upaya pencegahan masuknya tikus dengan melakukan pembersihan lingkungan adalah cara yang paling efektif. Dengan membersihkan tempat tinggalnya, berarti akan menekan perkembangan populasi tikus, mengusirnya, bahkan meniadakannya sama sekali. Selain beberapa cara diatas, pengaturan pola tanam yang baik juga dapat menjadi salah satu tehnik pengendalian hama tikus.

Dari sekian cara yang ditawarkan tersebut, upaya pengendalian tikus hanya akan berhasil bila dilakukan dengan kebersamaan dan berkesinambungan terutama pada saat dilakukan gropyokan. Penggunaan sistem pengendalian lebih dari satu disertai dengan variasi penggunaannya diharapkan mampu menekan populasi tikus yang ada.